Entri-entri yang memiliki Tag ‘xi ipa 7’
Akhirnya, Perpisahan Kelas XII
Ditulis oleh halexblue pada 13 June, 2008 – 2:37 am -Baru dari Braja Mustika, penglepasan (karena gue gak yakin imbuhan ‘pe-an’ ini benar, gue ganti jadi ‘perpisahan’ yah…
) kelas XII. Gue datang dengan harapan akan mengalami ‘masa-masa terakhir’ yang indah dengan angkatan Bajigur Plin Plan. Penuh acara yang akan berkesan dalam di hati untuk waktu yang cukup lama. Tapi entah mengapa gue pulang dan sampai di rumah dengan perasaaan… kosong. Gue juga gak ngerti. Perasaan gue aneh. Gak ada yang berkesan…
Begitu sampe di Bramus, gue diberi medali alumnus. Kocak juga, liat anak-anak cowo pake beragam varian kemeja dan jas. Cewenya hampir gak bisa dikenali. Berkali-kali gue diajak ngobrol ma temen cewe dan gue butuh waktu beberapa detik untuk tau dia siapa. Semua cewe berias tebal, kecuali Intan dan Desi. Acara dimulai pukul 08:47, telat kurang lebih tiga perempat jam. Acara perpisahan ini diawali oleh sambutan-sambutan dari perwakilan walikota, kepala sekolah, perwakilan orangtua murid, dan komite sekolah yang lumayan membosankan. Setelahnya, upacara adat Sunda yang mirip upacara perkawinan. Haghaghag,, Ribka dan Zaki didandanin pengantin. Lebih banyak kocaknya daripada terharunya. Apalagi pas adegan melepas dua ekor merpati di dalam aula Bramus. Ada yang ee sambil terbang, pula. Hehehe,, kedua ekor merpati itu bertengger sepanjang sisa acara di lampu gantung Bramus.
Buta XI IPA 7 Selesai!
Ditulis oleh halexblue pada 27 November, 2007 – 7:22 am -Akhirnya buta pa7 selesai juga. Udah dibagiin. Rasanya beban berat udah keangkat. Bener-bener berat, empat bulan belakangan ini…
Tapi alhamdulilah, buta ini selesai dengan baik walaupun akhirnya ga seheboh yang gue pikir. Tadinya gue pengen nyebarin pembatas-pembatas buku ipa7 ke lapangan badminton bawah dari tingkat empat biar pada tau ipa7 bikin buta. Tapi…. karena sambutan beberapa anak yang lumayan dingin dan ga sehangat yang gua bayangin, ya udah gitu aja.
Yang jelas, pengalaman paling berharga gue itu ya pas gue sadar bahwa orang yang gue kagumin taunya berbalik 180 derajat (ehm, mungkin gak 180 ya,, sekitar 90 derajat lah). Tapi biarlah, mungkin emang keadaan buat dia yang lagi ga cocok; dia lagi punya pikiran yang jauh lebih menyenangkan ketimbang buta ini. Ya ga?
Untung banget masih ada anak-anak yang ngasih liat ke gue kalo mereka juga mengharapkan proyek ini terus jalan. Makasih buat desi, oQ, emon, agil, icha, uli… Makasih buat vincent, ratna, uus… Gue gak ngarepin bantuan banyak loh,, yang perlu gue dapetin hanya sedikit perhatian, “Eh Q, butanya udah nyampe mana nih? Gak sabar ni nungguin…” atau apa ke,,,
Your kind supports really raised me up. They mean so much to me. Thank you.
Kalau dia sadar sih di dalem buta ini ada monumen peringatan buat dia. Alhamdulilah sekarang gue udah bisa melupakan kekecewaan gue ke lu (hmm,, dia baca esai ini ga ya,,,). We’ll still be friends forever, right? Gue masih mengagumi lu sebagai orang yang kreatif dan gue bangga pernah jadi temen sekelas lu. Ahahaha…. lebay sekali ya,,
Dan akhirnya, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sahabat gue, Jacco L. Komijn. Makasih atas semuanya, sangat berarti buat gue. Terima kasih buta pa7 atas pendewasaan diri yang udah gue alami.
Puisi XI IPA 7 -2-
Ditulis oleh halexblue pada 27 November, 2007 – 2:11 am -Puisi yang ini gak ada di buku tahunan ipa7, adanya di CD kenangan gitu,, hhh.. jadi pengen ngulang kelas XI tapi abis naik kelas langsung lulus… hehe, males amat ngulang kelas XII,,
Heh, rindu ipa7 ih… Tapi gak rindu ma Pa Soleh.. hehehe,,,
Di balik dinding megah bercorak kelabu,
di balik reruntuhan gedung berjuta makna
di akhir kelelahan tangga berliku,
berbagai kenangan indah tercipta di sana,Lambaian tanganmu mengingatkanku pada masa-masa itu,
pada masa saat kita bersama,
pada masa saat kita bercanda,
pada masa saat kita tertawaSenyumanmu membuatku aku rindu,
akan masa-masa itu
saat kau membangunkanku dari dukaku
saat kau menghiburku dalam kesedihankuTak mudah menciptakan rasa itu
tak mudah menumbuhkan jiwa itu
butuh waktu untuk semua itu
butuh proses agar semua dapat berakses
lambat laun semuanya bukan lagi hanya sebuah prosesKini kita dapat bercanda
kita dapat berdiri bersama dalam rangkulan berjuta makna
membuat kita tahu bahwa kita adalah satu
membuat kita sadar bahwa kita seperti akar
yang menyerap berjuta harap
berjuta harap dari kebersamaan, kekompakan, keletihan, dan ketidakpastian dalam cerita, canda, tawa, alunan nada berlombaKenangan ini akan menjadi penerang dalam hidupku
akan menjadi periang dalam laraku
akan menjadi penghibur dalam kesedihanku
akan menjadi petunjuk dalam gelapkuYang memberi aku arti
akan manisnya sebuah kekompakan
akan indahnya kebersamaanMeskipun kini, genggaman tangan itu terputus,
bukan berarti kebersamaan telah tertelan
kebersaman ini akan seperti api
yang selalu jadi penerang dalam kegelapan
yang selalu jadi penyempurna dalam keindahan
yang akan selalu bersinarKe manapun kita melangkah
kenangan ini takkan pernah terlepas dari diri kita
takkan pernah terhapus dari memori kita
ini semua bukan akhir dari perjalanan kitaSelamat berjuang, kawan,
selamat menggapai apa yang kalian impikan
Agil Hijriansyah.
Bogor, 7 November 2007.
Puisi XI IPA 7
Ditulis oleh halexblue pada 27 November, 2007 – 1:49 am -Puisi XI IPA 7, kelas yang paling berkesan di masa SMA gue. Semester pertama ga nyaman banget, tapi di semester kedua malah rasanya seneng banget sekelas sama anak-anak ipa7. So many achievements, so many trusteeship,,,
Kapan kita main lagi?

