Kampanye Lingkunganku

Ditulis oleh halexblue pada 11 June, 2008 – 6:32 am -

Sudah kira-kira setahun gue melancarkan kampanye mengurangi penggunaan kantong plastik (btw, yang bener ‘kantong’ apa ‘kantung’ yah? hehe). Di sini gue pengen berbagi suka-duka gue mempromosikan kampanye gue ini.

Semua bermula pada April 2007. Waktu itu, gue terpilih sebagai Duta Lingkungan SMANSA (yang diterjemahkan oleh OSIS SMANSA Environmental Ambassador) dalam rangkaian acara SMANSA Day 2007, dua bulan penuh acara yang dipandu OSIS dan diikuti puluhan ekskul, organisasi, dan klub yang ada di smansa dalam rangka menyambut ulang tahun smansa yang ke-61. Gue ngerasa tanggung jawab gue sebagai Duta Lingkungan adalah menyebarkan pesan-pesan lingkungan kepada teman-teman Bajigur Plin-Plan, Gatot Kaca, dan Rakit Bambu. Tus, gue bikin beberapa poster lingkungan. Ada satu poster yang paling gue banggain. Tapi poster itu dicoret-coret sama anak kelas XI yang gak bertanggung jawab. Kesel parah gue. Kalau ada waktu, gue unggah poster gue itu ke gembili deh, biar dijadiin contoh aja. Down sama aksi coret-coret itu, gue gak pernah bikin poster/pamflet lagi.

Gue memilih menyiarkan kampanye antiplastik. Kalau lagi ngobrol sama temen, kadang-kadang gue selipin pesan-pesan pengurangan plastik. Berhasil. Beberapa kali gue terima SMS,

qi, lu msti bangga, gw tdi k boker tpi gw nolak kntung krsekx loh… hehe,,

oy ki! gw bru dri carrefour, gw mnta nyokap bwa kardus dri rumh spya gak ush pke plastik.byasa,blanja bulanan kan ngabsn bnyak kresek

Gak kebayang deh, senengnya gue liat kampanye gue mulai berhasil. Tentu saja, gue gak bisa dong ngimbau orang ngurangin plastik tapi gue sendiri engga. Makanya, kira-kira bulan Januari gue mulai bawa tas kanvas ke mana-mana supaya gue gak butuh plastik.

gue: Mbak, gak usah diplastikin, yah…
kasir: (mendongak) gak usah diplastikin?
gue: iya, gak usah. Saya udah bawa kantong sendiri
kasir: (ragu-ragu) oooh.. iya mas..

Tapi ada beberapa kasir yang ngotot mlastikin (’mlastikin’? bahasa apa ini??? :P) belanjaan gue. Kalau udah gini, bisa apa coba gue? Masa gue berantem di kasir hanya gara-gara plastik? huehue,,,

Ada yang mau berbagi suka duka berkampanye lingkungan juga? Kita sharing aja, supaya kampanye lingkungan kita makin bagus dan berefek…

Mau berlangganan RSS feed gue?

Maman, Je T’aime

Ditulis oleh halexblue pada 22 May, 2008 – 1:14 pm -

Baru aja gue baca postingan Mas Dimas, Selamat Ulang Tahun Mama…. Mas Dimas bikin semacam surat untuk mamanya yang sudah tujuh tahun meninggal. Setelah baca Selamat Ulang Tahun Mama… gue diem sejenak, meresapi arti untaian kata yang telah dengan sederhana Mas Dimas rangkai. Gue mendadak sadar betapa beruntungnya gue masih punya orangtua yang lengkap dan mencintai gue. Orangtua yang peduli dengan masa depan gue. *gue nangis loh, sambil ngetik postingan ini… hiks,,*

I feel my throat constricts at the thought of me attending my mother’s — or father’s — funeral. I don’t think I’ve expressed my love enough to them…

Sungguh gak kebayang di benak gue seandainya orangtua gue meninggal. Gue gak tau apa yang harus dilakuin. There’re so many things unspoken, so many feelings unexpressed. Mas Dimas dalam postingannya mengenang masakan-masakan mamanya, bunga kesukaan mamanya… Oh Tuhan. Betapa sakitnya perpisahan yang pasti akan terjadi itu. Gak ada persiapan yang cukup untuk menghadapi saat itu. Saat kita diberitahu bahwa orangtua kita telah meninggal untuk selamanya.

Dear Mama,

Aku kangen Mama. Sungguh sudah terlalu lama kita tak bertemu, lebih dari tujuh tahun aku tak bisa menyentuh lembut jemarimu atau sekedar membantu Mama lagi mencari jilbab yang serasi dengan baju. Iya Ma, aku tak mungkin lupa dengan warna kesukaan Mama, coklat muda dipadu dengan bros yang serasi …

… Bunga yang selalu membuatku menangis dalam hati ketika aku menyentuhnya dengan perlahan. Maafkan ananda Ma, hari ini, aku tak bisa mengantarkan setangkai bunga anggrek bulan yang cantik ke pusaramu.

Dimas Novriandi, selamat ulang tahun mama…

Gue mulai sekarang akan mencoba untuk memanfaatkan sisa waktu yang diberikan Tuhan untuk bersama orangtua gue. Gue janji ke diri gue sendiri, gak ada lagi ulang tahun yang terlupakan, gak ada lagi Hari Ibu yang terlewatkan, gak ada lagi janji-janji yang tak terpenuhi… Mother, if you just know how much I love you…

Maman, papa, je t’aime.

Mau berlangganan RSS feed gue?

Forever Young

Ditulis oleh halexblue pada 2 May, 2008 – 7:26 am -

Dikarang oleh seorang konsultan bernama Dottie Billington, Ph. D., buku ini diterbitkan di Indonesia dengan judul “Forever Young”. Gue nemuin buku ini tergeletak lunglai tidak berdaya di atas tempat tidur kakak gue beberapa hari yang lalu. Hmm… gue pikir, buku apa ni yah? Bagus gak yak? Dari resensi di sampul belakangnya sih bagus juga ni…. Tapi kan resensi di sampul belakang suka menipu. Kaya tukang obat di Pasar Anyar, ngomongnya doang yang gede tapi gak ada perwujudannya. Malah sering bikin kecewa. Kaya waktu itu, gue pernah beli buku “The Te of Piglet”. Gimana gak tertarik, wong resensinya aja udah kae gini:

Dalam buku ini, Anda akan diajak berkenalan dengan transformasi Kebijakan dalam Kebajikan yang memancar keluar.

Widiiiw…. berat kan? Menjanjikan pula. Ya udah gue beli. Ternyata, gue harus kecewa. Isinya sama sekali gak gue ngerti. Intinya aja gue gak tau.. Cerita soal paham-paham filsuf Cina gitu, dikait-kaitin ma tokoh babi pink nan imut bernama Piglet dari cerita Winnie the Pooh… Hmm,, waktu itu gue sempet bingung juga sih… gimana bisa filsuf Kongzi (yang hidup 500 SM di Cina) ketemu ma Piglet yang diciptain ma A. A. Milne pada 1920-an di Amerika Serikat? Bwahahaha….. gak mungkin banget kan?

Ya udah. Balik ke topik yu.. Akhirnya gue memberanikan diri untuk ngebaca beberapa halaman. Siapa tau keren. Apalagi gue lagi ngalamin krisis percaya diri gitu gara-gara nilai-nilai gue jatoh banget di sekolah dan buku ini berjanji kalo pembacanya bakal dapat bikin hidup dia lebih baik abis baca “Forever Young” ini…. Lalu gue pun membalik-balik halaman demi halaman buku misterius ini….

***

Wow! Amajing! Begitu yang terlintas di dalam benak gue abis melahap setengah isi buku ini. Buku ini menuntun kita menggapai hidup yang lebih baik. Mrs. Billington memberikan 46 cara inspirasional agar sisa hidup yang sedang kita jalani menjadi lebih indah dan dinamis. Percaya apa gak, beberapa cara itu udah gue coba dan hasilnya nyata banget man! Contoh ya…

Tiga Menit Pertama Anda
Alih-alih menyapa dengan, “Kau takkan memercayai hal buruk yang terjadi padaku hari ini”, sapalah teman Anda dengan senyuman dan membicarakan hal-hal positif. Kontak pertama Anda mengatur suasana kebersamaan Anda. Dengan setiap orang yang Anda temui, atau yang Anda ajak berbicara di telepon, mulailah dengan:

  1. Seulas senyum
  2. Menunjukkan bahwa Anda senang berbicara dengan mereka (inilah dua jenis orang–mereka yang, ketika memasuki ruangan berkata, Di sinilah aku! Dan mereka yang berkata, Di situ kau rupanya!
  3. Humor yang baik
  4. Mendengarkan dengan penuh perhatian
  5. Ketertarikan tulus dalam apa yang harus dikatakan oleh orang lain
  6. Perilaku positif (simpan hal-hal dan berita negatif untuk didiskusikan kemudian)
  7. Percakapan yang bersemangat

Percaya pa gak, gue udah coba dan gue puas. Bener-bener terbukti. Keren loh.
Lu mau beli bukunya? Beli pake e-commerce aja… Biar gaya ceritanya,, hehehe…. Belinya di sini yak. Tapi kaenya lagi kosong tuh persediannya. Gimane kalo ke amazon aja? Beli yang edisi bahasa Inggris jadinya. Mau? Ke sini aja.

Mau berlangganan RSS feed gue?

Gizi Orang Indonesia Meningkat!

Ditulis oleh halexblue pada 6 April, 2008 – 1:25 pm -

Adakah korelasi antara sempitnya bangku-bangku di angkot dengan gejala obesita smassal yang menyerang Indonesia? Huehehue,,, gue bahas ah… Jadi gini, waktu itu gue baru pulang dari bimbel NF, belajar Ekonometri. Pas naik angkot, gue menyaksikan bukti-bukti kuat bahwa apa kata Menteri Kesehatan tu benar! Taraf gizi orang Indonesia semakin meningkat!

Seperti biasa, gue naik angkot 12 ke rumah. Hari ini panas, jadi gue mampir bentar ke Indomaret buat beli minum dingin. Gue ga suka makan/minum di kendaraan umum, jadi gue minum dulu sampe abis baru naik angkot. Saat gue naik angkot, cuma ada empat penumpang, tiga orang duduk di bangkuEmpatan dan satu orang duduk di bangkuEnaman, kursiSebelahSupir ma kursiUlangTahun masih kosong. Gue duduk di bangkuEnaman.

Angkot baru sampai di Air Mancur, naiklah berbondong-bondong lima orang. Satu duduk di kursiUlangTahun dan sisanya di bangkuEnaman. Mestinya kan masih cukup yah, satu orang lagi di bangkuEmpatan, tapi abis gue teliti lagi kayaknya kalau ada yang mau duduk di bangkuEmpatan, orang itu harus keciiiil banget kalo ga kuruuuus banget. Gak muat! Ajiiib…. Secara yang duduk di bangkuEmpatan tuh satu anak SD ma dua mahasiswa. Sumpah, bener-bener ga ada tempat lagi..Huehue,, jangan-jangan kita mulai obesitas kalo ga kita mulai berevolusi jadi gede-gede badannya kaya orang barat ya? Soalnya setelah gue pikir-pikir lagi emang bener sih akhir-akhir ini kita harus aga lebih dempet-dempetan kae ikan sarden kalau naik angkot. Padahal kuota bangkunya teorinya masih muat, kae kasus di atas tadi…

Hohoho… Udah ah, ko malah ngepos artikel ga guna gini sih…. Mending belajar lagi ya,, ayo semangaaaat!!! FH UGM!!!

Powered by ScribeFire.

Mau berlangganan RSS feed gue?