Apakah Gue Gila Hormat?

Ditulis oleh halexblue pada June 13, 2008

Apakah gue gila hormat? Pertanyaan ini terus menalu benak gue dua hari yang lalu. Kejadiannya dimulai saat gue beli pulsa. Gue masuk ke dalam toko dan duduk, menunggu dilayani. Kebetulan masih banyak pelanggan lain yang juga sedang membeli pulsa. Beberapa saat setelah gue duduk, masuk segerombol keluarga ke dalam toko dan duduk di sebelah gue. Tak lama, dua orang pengunjung selesai dilayani. Dua orang pramuniaga yang tadi melayani dua pengunjung itu sekarang bebas. Gue pikir mestinya gue yang dilayani dong, sekarang. Ya gak sih? Ternyata engga. Salah seorang pramuniaga bergegas melayani keluarga yang duduk di sebelah gue yang padahal datang sesudah gue. Seorang lagi duduk di pinggir, merokok.

Gue tunggu beberapa saat, akhirnya gue panggil, “Mas, mau beli pulsa.”

Mas-masnya berdiri dan mengambil buku catatan dan melemparkan buku itu di atas meja layan sambil terus merokok dan berkata, “Isi nomor hape lu di situ.”

Anj*ng. Gue gak terima digituin. Gue berkata dengan dingin, “Anda tidak perlu bersikap seperti itu. Kalau Anda tidak mau melayani saya, ya gak usah. Saya gak jadi beli. Makasih.”

Gue kesel sama pramuniaga yang gak sopan kayak dia. Apakah ini menunjukkan kalau gue gila hormat? Atau apakah sikap gue normal? Gue gak suka pramuniaga yang melayani sambil malas-malasan. Gue gak suka pramuniaga yang mukanya datar dan ketus. Apa susahnya sih senyum? Temen-temen gue bilang gue harus mengerti keadaan pramuniaga itu. “Lu juga pasti cape, qi kalo disuruh senyum terus dari pagi.”

Loh, menurut gue argumen seperti itu gak punya dasar. Kalau Anda gak mampu senyum ke setiap pelanggan Anda, ya jangan jadi pramuniaga dong. Itu yang dinamakan risiko kerja.

Andaikata gue disambut dengan senyum, pasti gue senang belanja di situ, kan? Restoran A&W, misalnya. Pramuniaga mereka dilatih untuk menyambut pelanggan yang datang. Bahkan mereka mengucapkan selamat jalan pada pelanggan yang sudah selesai makan. Itu yang dinamakan taktik berwirausaha. Taktik meraih pelanggan sebanyak-banyaknya dengan memberikan layanan yang terbaik. Sekarang, apakah gue gila hormat?

Mau berlangganan RSS feed gue?

3 Komentar untuk “Apakah Gue Gila Hormat?”

  1. nurY berkata:

    Well Qi, saya juga merasa sering di”gitu”in, tapi pembawaan adalah segalanya. Kalo pembawaan kamu enak, dan kamu “demand” untuk minta dilihat dan diperhatikan, mungkin saja pramuniaga tidak akan “nyuekin” kamu.

    Tapi…

    Saya suka gaya kamu dalam bertindak tegas. Itu bagus.

  2. halexblue berkata:

    @nurY: iya! kesel gue sama pramuniaga kaya gitu. tapi bener juga kata lu, andaikata pembawaangue lebih santai, lebih ramah mungkin dianya juga ramah melayani gue…

    tapi tetep aja kesel. heu.

  3. vina berkata:

    hahaha dasar si perfeksionis

Tinggalkan Komentar...

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Yahoo! Smiley: :) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »