“Rails & Ties”

Ditulis oleh halexblue pada 18 July, 2008 – 12:22 pm -

poster


Title Content
Movie: Rails & Ties
Director: Alison Eastwood
Release Date: 18 April 2008 (Brazil) / Other Countries
Genre: Drama
Tagline: When life comes apart, love puts it back together.
Runtime: 101 | Argentina:109
Awards: 1 nomination
Cast: Kevin Bacon, Marcia Gay Harden, Miles Heizer, Marin Hinkle, Eugene Byrd
Powered by IMDB Tag

Sudah cukup lama gue gak nulis ulasan film di gembili. Gue sudah meniatkan; gue hanya akan mengulas film-film yang pantas diulas. Gak lagi deh, ngulas film kae Sumpah Pocong di Sekolah… Hehe..

Nah, film terbaru yang menurut gue pantas diulas adalah Rails & Ties. Gue beli DVD bajakannya (lagi? oooh… piracy is a crime, dude…) kemaren abis meriksain mata gue. FYI, gue divonis silinder seperempat. Gue periksain mata gue di Optik Tunggal. Sebenarnya curiga juga sih, denger-denger mereka pasti memvonis mata kita cacat gimana gitu, supaya mereka bisa jual lensa dan bingkai kacamata mereka, but who knows?

Rails & Ties menggeser posisi The Lake House sebagai film yang paling bikin gue terharu — sampe gue keluar air mata malah. Sampe gue hampir kesel nontonnya soalnya bentar-bentar gue mesti ngucek-ngucek mata gue supaya gak ketahuan orang-orang rumah… hehehe. Kalau The Lake House mengusung tema romantisme antara dua insan yang berbeda masa (si cowo di 2004, si cewe di 2006), Rails & Ties menceritakan cinta yang bersemi antara dua keluarga yang mengalami cobaan yang berat. Film ini layak ditonton semua umur. Beneran. Rails & Ties gak menceritakan kehidupan cinta monyet ato cinta lokasi kae yang sering dipake sebagai dasar cerita film-film Indonesia. Itu mah basi. Gak ada bobotnya. Film ini benar-benar membekas di hati.

Baca lanjutan entri ini »

Mau berlangganan RSS feed gue?

Kocaknya Nonton “Kung Fu Panda”

Ditulis oleh halexblue pada 16 June, 2008 – 10:27 am -



Title Content
Movie: Kung Fu Panda
Directors: Mark Osborne
John Stevenson
Release Date: 6 June 2008 (USA) / Other Countries
Genre: Animation | Action | Comedy | Family
Tagline: Prepare for awesomeness.
Runtime: 92
Awards: 1 nomination
Cast: Jack Black, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, Ian McShane, Jackie Chan
Powered by IMDB Tag

Setelah pembagian Surat Keterangan Kelulusan sementara, gue pergi nonton Kung Fu Panda yang menurut rekomendasi Gumi ‘amat sangat lucu’. Oke, berdelapan kami cabut ke Ekalokasari Plaza.

Sudah suratan takdir, deret yang mampu menampung kami berdelapan hanya tersisa di deret M, N, dan O: tiga deret terdepan. Dengan sedikit berat hati, kami capcuy nonton di deret ketiga dari depan.

Kekecewaan akibat harus mendongak selama kurang lebih satu setengah jam terobati hanya dalam sepuluh menit pertama kami nonton Kung Fu Panda. Benar kata Gumi, kocak parah.. Hehe,,, gue puas banget. Bakal lebih puas kalau nontonnya gak di deret M sih sebenarnya…

Baca lanjutan entri ini »

Mau berlangganan RSS feed gue?

Ulasan “Sumpah Pocong di Sekolah”

Ditulis oleh halexblue pada 15 June, 2008 – 4:47 am -

sumpah pocong di sekolah

Kemarin, gue dan teman-teman sekelas nonton Sumpah Pocong di Sekolah. Minggu depan gue udah di Yogya, jadi kapan lagi bisa menghabiskan waktu bersama teman-teman kayak gitu? Pertanyaannya sekarang, kenapa mesti Sumpah Pocong di Sekolah, kenapa gak film lain yang judulnya lebih bermutu dan ‘mengundang’? Karena pilihan film lainnya adalah Shutter (udah pernah nonton), Pulau Hantu 2 (judulnya lebih engga banget), dan Mengaku Rasul: Sesat (lagi gak pengen nonton film gituan… mirip ayat-ayat cinta lagi posternya)

Baca lanjutan entri ini »

Mau berlangganan RSS feed gue?

Arritmia (Guantanamero)

Ditulis oleh halexblue pada 2 June, 2008 – 1:49 pm -


Title Content
Movie: Arritmia
Director: Vicente Peñarrocha
Release Date: 23 November 2007 (Spain) / Other Countries
Genre: Drama | Fantasy | Mystery
Tagline: Heaven and hell are the same place
Runtime: UK:89
Awards: 1 nomination
Cast: Nicolás Belmonte, Mohamed Chafik, Ako Chavarri, Ismael de Diego, Said El Mouden
Powered by IMDB Tag


Setelah setor jas buat perpisahan ke Dirgahayu Laundry and Dry-Cleaning, gue mampir ke Ngesti, beli DVD buat ditonton di rumah. Bajakan, tentu saja. Haha.

Gue lagi pengen nonton film ‘berat’ dan berbahasa selain Inggris. Cari, cari, cari akhirnya ketemu film berjudul Guantanamero. Film ini mengusung nama:

Festival de Málaga, Cine Español

Wah, bagus nih, gue pikir. Gue belum pernah nonton film bahasa Spanyol. Oke, gue beli.

Pertamanya agak kecewa, gak ada bahasa Spanyolnya. Setiap gue mau pindah audio ke ‘Spanish’, pasti suaranya ilang. Tapi gapapa lah. Ceritanya ternyata unik, paling engga bisa bikin gue gak melepas pandangan dari layar komputer selama 89 menit.

Apa yang gue tonton? Bingung gue juga mau ngungkapinnya. Gimana yah,,, menurut gue sih romantis, tapi sialnya gue justru gak paham bagian klimaksnya, bagian yang biasanya bikin penonton sebioskop ber-’ooooh’ dan ‘aaaah’. Kesel. Soalnya kayaknya klimaksnya seru banget, twisting. Yeh, kalo ada yang tahu klimaksnya, kasih tau gue ya. Penasaran abis ni gue. Padahal gue udah googling, tapi entah mengapa sedikit banget yang kasih ulasan film Guantanamero ini. Kenapa yah? Kayaknya gak terkenal. Padahal kan mestinya judulnya mencolok banget, isu penjara Guantanamo di Kuba…

Baca lanjutan entri ini »

Mau berlangganan RSS feed gue?

Le Concile de Pierre Membosankan!

Ditulis oleh halexblue pada 27 May, 2008 – 11:13 pm -


Title Content
Movie: Concile de pierre, Le
Director: Guillaume Nicloux
Release Date: 15 November 2006 (Belgium) / Other Countries
Genre: Adventure | Crime | Drama | Fantasy | Mystery | Thriller
Runtime: 102
Cast: Monica Bellucci, Catherine Deneuve, Moritz Bleibtreu, Sami Bouajila, Elsa Zylberstein
Powered by IMDB Tag


Gue tertarik dengan film Prancis berjudul Le Concile de Pierre yang kalau dalam bahasa Indonesianya kurang lebih Dewan Batu waktu gue pulang dari Ekalokasari Plaza bareng Gumi.Setelah jalan kaki dari Elos ke Terminal Bus Baranangsiang (woy! angkot muahaaaal…. hiks, gak bisa berfoya-foya ke Sempur naik angkot lagi, mesti mikir seribu kali dulu. Yah, itung-itung hemat energi, olahraga, dan mencegah osteoporosis deh), kami ke Ngesti untuk beli DVD bajakan.

Baca lanjutan entri ini »

Mau berlangganan RSS feed gue?

The Chronicles of Narnia: Prince Caspian

Ditulis oleh halexblue pada 21 May, 2008 – 3:18 pm -


Title Content
Movie: The Chronicles of Narnia: Prince Caspian
Director: Andrew Adamson
Release Date: 16 May 2008 (USA) / Other Countries
Genre: Adventure | Family | Fantasy
Tagline: A New Age Has Begun.
Runtime: 147 | USA:144
Awards: 1 nomination
Cast: Ben Barnes, Georgie Henley, Skandar Keynes, William Moseley, Anna Popplewell
Powered by IMDB Tag

Baru aja pulang nonton Narnia: Prince Caspian bareng Gumi di 21 Ekalokasari Plaza. Ide buat nonton muncul tiba-tiba aja; gue waktu itu lagi bengong mikirin kuliah dan tiba-tiba aja gue sadar kalo beberapa minggu ke depan adalah minggu-minggu terakhir gue bareng desi ma gumi. Udah bisa dipastiin gue gak bakal sekampus ma desi ma gumi. Tiba-tiba jadi sedih, pengen memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ya udah, gue berencana setiap Senin nomat bareng desi ma gumi. Jadilah tadi sore nomat pertama kami…

Sebelum nomat gue nabung di bank dulu, terus ke telkom buat bayar Speedy. Seperti biasa, gumi bodoh. Dia ngajakin janjian di Elos, dan beberapa saat kemudian dia SMS lagi, bilangnya di Gramedia aja. Ya gak aneh kan kalo gue menyimpulkan kita bakal ketemuan di Gramedia Elos? Logis kan? Guminya yang gak logis, dia nunggu di Gramedia Padjadjaran. Bodoh lu Gum! Gak cerdas! Heee,,, pis ah!


Eniwei, rencana berjalan lancar kecuali satu hal; maksud gue nomat tu supaya gak keluar duit banyak. Tapi nyatanya tadi gue ngabisin hampir Rp50.000. Ngapain aja yah.. Bingung. Ko ujung-ujungnya mahal banget,,

Yah, what is done, is done. Masuk ke Studio 1 jam 15:15, duduk di deretan H. Film dimulai dan… Well, gue gak terlalu suka bukunya soalnya menurut gue seri Narnia terlalu kekanak-kanakan. Ada Hewan Berbicara, Pak Berang-Berang… Gimana yah, apalagi terjemahannya pake bahasa jadul gitu, tambah gak banget aja. Seumur-umur, gue hanya pernah baca Keponakan si Tukang Sihir, Penyihir, Singa, dan Lemari Pakaian, Kursi Perak, ma Pertarungan Terakhir. Makanya, karena gak tertarik baca bukunya, gue nonton Prince Caspian ini dengan pengetahuan nol.

Klik ’show’ untuk membaca spoiler film The Chronicles of Narnia: Prince Caspian.
Show ▼

Akhir dari spoiler film The Chronicles of Narnia: Prince Caspian.

Well, gue gak suka liat sentaurusnya, getek. Penuh bulu. Tapi griffinnya bagus sih. O iya, minotaurnya juga jelek. Gue pengen ngakak waktu adegan warga Narnia ngadain rapat, kesannya konyol, ngeliat hewan-hewan ngomong. Kayak fabel.

Yang bikin gue ma Gumi gak nyaman nonton Narnia tu anak-anak SMA di deretan belakang, komentar mulu. Ngakak mulu. Bete. Tapi tetep aja sih, walaupun udah nonton filmnya dan bagus, gue tetep gak mau baca bukunya. udah getek dari sononya, ngeliat terjemahannya Dian Rakyat… hueheuhue,,,,

Powered by ScribeFire.

Mau berlangganan RSS feed gue?

Cloverfield: Film Tanpa Ekor dan Tanpa Kepala

Ditulis oleh halexblue pada 14 May, 2008 – 6:00 am -


Title Content
Movie: Cloverfield
Director: Matt Reeves
Release Date: 18 January 2008 (USA) / Other Countries
Genre: Action | Mystery | Sci-Fi | Thriller
Tagline: Some Thing Has Found Us
Runtime: 85
Awards: 4 nominations
Cast: Lizzy Caplan, Jessica Lucas, T.J. Miller, Michael Stahl-David, Mike Vogel
Powered by IMDB Tag


Waktu Cloverfield muncul di bioskop-bioskop, gue tertarik untuk nonton ni film, tapi berhubung saatnya gak tepat, gue baru bisa nonton dalam bentuk DVD-nya abis UN. Well, dari trailer (sebenernya lebih tepat dibilang teaser sih…), Cloverfield menjanjikan banyak hal. Heboh banget deh ngeliat gimana kepala Patung Liberty jatuh ke jalanan New York, liat Jembatan Brooklyn hancur… Pokonya keliatannya megah dan hebat deh… Setara Godzilla ma The Day After Tomorrow lah…

Klik ’show’ untuk membaca spoiler film Cloverfield.
Show ▼

Kesimpulan: cerita yang bikin pusing (bahkan beberapa teater di Amerika sampai harus memasang peringatan di loket-loket mereka kalau film ini dapat menyebabkan vertigo, migrain, dan mual bagi beberapa orang, ck ck ck) dan gak punya kepala atau ekor. Katanya sih produsernya mau bikin sekuel Cloverfield. Gue gak yakin gue mau nonton…

Mau berlangganan RSS feed gue?

Bee Movie

Ditulis oleh halexblue pada 2 May, 2008 – 1:16 pm -


Title Content
Movie: Bee Movie
Directors: Steve Hickner
Simon J. Smith
Release Date: 2 November 2007 (USA) / Other Countries
Genre: Animation | Comedy | Family | Fantasy
Tagline: On November 2 Hold on to your honey
User Rating: 14,655 votes, average 6.4 out of 10
Runtime: USA:90
Awards: Nominated for Golden Globe. Another 10 nominations
Cast: Jerry Seinfeld, Renée Zellweger, Matthew Broderick, Patrick Warburton, John Goodman
Others: Additional Details
Title Content
MPAA: Rated PG for mild suggestive humor, and a brief depiction of smoking.
Country: USA
Language: English
Color: Color
Aspect Ratio: 1.85 : 1
Sound: DTS | SDDS | Dolby Digital
Company: DreamWorks Animation
Certification: Singapore:PG | UK:U | Finland:K-7 | Argentina:Atp | Netherlands:AL | Ireland:G | UK:U (cut) | Canada:G (all jurisdictions) | USA:PG | Switzerland:0 (canton of Vaud) | Sweden:Btl | Malaysia:U | Philippines:G (MTRCB) | New Zealand:G | South Korea:All | South Africa:A | Germany:o.Al. | Taiwan:GP | Brazil:Livre | Switzerland:0 (canton of Geneva) | Australia:G
IMDB Tag: Powered by IMDB Tag & imdb.com
Photos: Bee Movie
Bee Movie

Bee Movie

Bee Movie

Bee Movie

Bee Movie
Poster: Bee Movie
Bee Movie
Powered by IMDB Tag



Baru aja nonton Bee Movie. Film menarik, menggugah pemikiran kita. Patut ditonton untuk segala usia, terutama anak-anak agar mereka dapat memahami pentingnya kesetimbangan alam yang halus dan arti kerjasama. Berikut resensinya.
Klik ’show’ untuk membaca spoiler film Bee Movie.
Show ▼

Film yang bagus, gue saranin ditonton sama anak-anak SD deh, abis nonton diajarin cara penyerbukan bunga dan pentingnya peran masing-masing individu biologis dalam kesetimbangan alam. Begitu,,,

Mau berlangganan RSS feed gue?

The Prestige

Ditulis oleh halexblue pada 27 April, 2008 – 1:46 am -

Beberapa hari yang lalu gue nemu DVD The Prestige di kamar kakak gue. Daripada bingung ga tau mau ngapain (UN udah selesai,,, hwkhwkhwk), gue tonton aja DVD-nya, siapa tahu gitu seru…

Bingung dan penasaran. Itulah perasaan gue abis nonton The Prestige. Apa sih maksudnya? Gue samar-samar bisa nangkep klimaksnya, tapi untuk lebih pastinya, gue ke Wikipedia dan baca spoilernya di sana. Setelah mengerti duduk ceritanya, gue nonton lagi The Prestige dan langsung terpesona oleh kemahiran Cristopher Nolan sang sutradara dalam menuangkan isi buku harian kedua pesulap. Alur cerita yang ngalor-ngidul memang awalnya membingungkan, tapi apabila dicermati, penggunaan alur ini menandakan kehebatan sutradaranya.


Title Content
Movie: The Prestige
Director: Christopher Nolan
Release Date: 20 October 2006 (USA) / Other Countries
Genre: Drama | Fantasy | Mystery | Sci-Fi | Thriller
Tagline: A friendship that became a rivalry. A rivalry that turned deadly. (DVD)
Runtime: 130
Awards: Nominated for 2 Oscars. Another 3 wins&14 nominations
Cast: Hugh Jackman, Christian Bale, Michael Caine, Piper Perabo, Rebecca Hall
Powered by IMDB Tag

Every great magic trick consists of three acts. The first act is called “The Pledge”; the magician shows you something ordinary, but of course… it probably isn’t. The second act is called “The Turn”; the magician makes his ordinary something do something extraordinary. Now if you’re looking for the secret… you won’t find it, that’s why there’s a third act called, “The Prestige”; this is the part with the twists and turns, where lives hang in the balance, and you see something shocking you’ve never seen before…
Harry Cutter, The Prestige

The Prestige terbagi menjadi tiga alur cerita, setiap alur melambangkan satu dari tiga prinsip sulap. Pertama adalah the pledge atau ‘ikrar’, saat pesulap menunjukkan penonton suatu benda yang sebenarnya tidak biasa namun terlihat biasa dengan memanfaatkan pengalih perhatian (contoh, asisten yang cantik dan seksi serta latar belakang panggung yang gelap). Berikutnya adalah the turn atau ‘perubahan’, saat pesulap membuat benda yang terlihat biasa tersebut berlaku tidak biasa. Terakhir adalah ‘gengsi’-nya, the prestige, saat efek dari ilusi yang ditampilkan muncul.
Klik ’show’ untuk membaca spoiler film The Prestige.
Show ▼

Sutradara Nolan membuat The Prestige film yang layak ditonton. Nolan-lah yang menulis skenario film ini bersama saudaranya, Jonathan, berdasarkan novel karya Christopher Priest. Nolan menekankan unsur psikologis dalam diri tokoh utama, Angier dan Borden. Dari segi penggarapan sendiri, Nolan sedikit membawa penonton berputar putar, karena adanya beberapa adegan flashback yang ditampilkan secara berulang-ulang. Memang agak rumit jalan ceritanya. Kalau dalam spoiler di atas, alur ceritanya linier. Tapi kalau Anda tonton sendiri dan belum tahu plot ceritanya, niscaya Anda akan dibuat sulit menentukan yang mana yang antagonis, Borden atau Angier. Inti The Prestige adalah pengorbanan, obsesi, rasa curiga, dan rahasia. Lihat pengorbanan kembaran Borden yang memalsukan identitas dirinya dengan hidup sebagai satu individu, lihat obsesi Angier, lihat bagaimana setiap pesulap memiliki rahasia dan kecurigaan yang besar.

Hanya gue kurang suka dengan ending-nya, terlalu gelap dan menggantung. Memang khas Nolan sih. Tapi akhirnya begitu sedih. Borden kehilangan saudara kembarnya, istrinya… Dan lagi gue agak bingung, bagaimana caranya kembaran Borden memalsukan identitas dirinya seumur hidupnya? Mungkin waktu zaman Victoria dulu registrasi kependudukan belum secanggih sekarang kali ya…

Yang jelas, film ini hebat. Gue suka dengan gaya kameranya yang mayoritas handheld dan latarnya yang Victorian.

Mau berlangganan RSS feed gue?